Ibnul Qayyim Al-Jauziyah : “Barang siapa yang menginginkan hati yang bersih, hendaklah ia lebih mendahulukan Tuhannya ketimbang syahwatnya. Karena hati yang ‘terpaut‘ oleh syahwat tertutup dari Allah sesuai dengan kadar ‘Keterpautannya’ dengan syahwat itu. Hati adalah ‘wadah’ Allah di atas bumi-Nya. Maka hati yang paling di cintainya adalah yang lebih ‘tinggi’ ( kadar kesuciannya) lebih keras (kuat) dan lebih bersih. Jika hati itu di beri makan dengan ‘dzikir’ , di siram dengan tafakkur dan di bersihkan dari cela , ia akan (mampu) melihat berbagai keajaiban dan akan di ilhami oleh hikmah “.