
Pirson : “Reservoir engineering may be defined as the art of forecasting the future performance of a geologic oil and/or gas reservoir from with production is obtain according to probable and preassumed conditions"
Penjelasan
“Reservoir Engineering” merupakan cabang dari “Petroleum Engineering” dengan tugas utamanya adalah peramalan kelakuan reservoir, laju produksi dan jumlah minyak atau gas yang dapat diproduksikan dari suatu sumur, sekelompok sumur, ataupun dari seluruh reservoir di masa datang, berdasarkan anggapan-anggapan yang mungkin, ataupun dari sejarah masa lalunya yang sudah ada.
Oil & Gas Reserves and Fish
Reserves Estimation and Uncertainty
Batasan
Definisi Ketidakpastian : belum tentu terjadi, belum didefinisikan secara jelas, tanpa / kurang kejelasan.
Types of Uncertainty
Reservoir Engineering
Pengertian Metode Optimum
Pengertian optimum menyangkut masalah keekonomian suatu lapangan. Dimana harus diperhitungkan biaya pemboran, jumlah dan letak sumur-sumur baik produksi maupun injeksi, peralatan produksi, harga pasaran minyak dsb.
“Reservoir Engineering” dimulai dengan adanya penemuan suatu lapangan yang mengandung gas dan/atau minyak. Dimana dari data logging sumur, contoh core/batuan serta fluida reservoirnya, dapat ditentukan jumlah hidrokarbon yang terdapat dalam setiap acre-foot atau m3 (hidrokarbon) / m3 batuan reservoir.
Kegiatan Reservoir Engineering
1. Batas Reservoir
Batas Reservoir adalah batas pemisah antara daerah hidrokarbon dan daerah non-hidrokarbon, dapat berupa :
2. Klarifikasi Reservoir berdasarkan perangkap geologi
3. Tingkat / derajat Heterogenitas Reservoir
4. Klasifikasi Reservoir berdasarkan fluidanya
5. Klasifikasi Reservoir berdasarkan tekanan awal
6. Klasifikasi Reservoir berdasarkan mekanisme pendorong
7. Rencana dan macam test yang akan dilakukan sesuai dengan jenis reservoirnya.
Secara umum seorang “reservoir enginer” akan berhubungan dengan :
Tahapan dalam mempelajari “Reservoir Engineering”
• Tahap I
Lebih dikenal sebagai tahap pengenalan dasar teknik reservoir, yang membahas teknik reservoir secara umum, sifat statis dan dinamis batuan maupun fluida reservoir, pengolahan data batuan dan fluida reservoir, dasar-dasar persamaan aliran fluida dalam media berpori.
• Tahap II
Dikenal sebagai tahap aplikasi dasar teknik reservoir, membahas mengenai pengertian cadangan serta perhitungannya, kelakuan reservoir serta aplikasi persamaan aliran fluida dalam media berpori, penahapan produksi reservoir.
• Tahap III
Dikenal sebagai aplikasi lanjut teknik reservoir, membahas mengenai analisis dan interpretasi persamaan aliran fluida dalam media berpori seperti test sumur.
• Tahap IV
Dikenal sebagai tahap “Reservoir Simulation”
Dasar – Dasar Teknik Reservoir
Dasar-dasar teknik reservoir membahas mengenai sifat-sifat reservoir, permeabilitas, aliran fluida seperti laju produksi pendesakan dan efisiensi pendorongan fluida, saturasi, tekanan kapiler yang mencerminkan distribusi saturasi fluida dalam reservoir, kompresibilitas yang mencerminkan pengaruh perubahan tekanan terhadap fluida maupun batuan.
Porositass
Porositas adalah suatu besaran yang menyataan perbandingan antara volume ruang kosong (pori-pori) di dalam batuan terhadap volume total batuan (bulk volume). Porositas dinyatakan dalam fraksi ataupun dalam persen (%).
Jenis porositas:
a. Porositas Primer
Merupakan porositas awal yang terbentuk pada saat terjadinya batuan tersebut atau pada saat sedimen diendapkan.
b. Porositas Secunder
Merupakan prositas yang terbentuk akibat adanya suatu proses geologi setelah batuan sedimen tersebut diendapkan. Dalam hal ini baik bentuk, ukuran, letak maupun hubungan antar pori sudah tidak ada hubungannya dengan proses terbentuknya batuan asal. Proses geologi antara lain : proses pelarutan, peretakan, penggabungan, rekristalisasi, dolomitisasi, sementasi dan kompaksi.
Faktor - faktor yang mempengaruhi Porositas :
Permeabilitas
Permeabilitas didefinisikan sebagai suatu ukuran kemampuan batuan berpori untuk melalukan fluida (memindahkan dari suatu tempat ke tempat lain).
Permeabilitas dinyatakan dalam Darcy atau mdarcy. 1 Darcy ialah ukuran kemampuan batuan untuk melalukan fluida pada kecepatan 1 cm3/detik dengan viskositas 1 centipoise melalui penampang pipa/pori 1 cm2 sepanjang 1 cm, pada perbedaan tekanan sebesar 1 atmosfir.
Kompresibilitas
Kompresibilitas adalah ukuran perubahan volume suatu benda akibat berubahnya tekanan yang dialami benda tersebut.
Ada beberapa macam kompresibilitas :
Wettability
Wettability merupakan sifat kebasahan permukaan batuan. Batuan bersifat water-wet berarti batuan tersebut lebih mudah dibasahi oleh air daripada minyak. Demikian juga sebaliknya batuan oil-wet maksudnya batuan tersebut lebih mudah dibasahi oleh minyak daripada oleh air.
Saturasi
Saturasi adalah perbandingan volume fluida terhadap volume pori-pori batuan.
Faktor Volume Formasi
Adalah perbandingan volume fluida di dalam reservoir terhadap volume fluida bila berada dipermukaan (kondisi permukaan).
Jenis faktor volume formasi :
History of Reserves Definitions
Reservoir (Cadangan)
Awal isi minyak atau Gas ( Initial oil in place/initial gas in place ).
Adalah jumah minyak atau gas dalam suatu reservoir yang dihitung secara volumetris berdasarkan data geologi serta pemboran, atau material balance berdasarkan data sifat-fisik fluida dan batuan reservoir produksi serta ulah/kelakukan reservoir, atau dapat juga dengan cara perhitungan simulasi reservoir.
Cadangan
1. Cadangan Terbukti (Proven) :
Jumlah fluida hidrokarbon yang dapat diproduksikan yang jumlahnya dapat dibuktikan dengan derajat kepastian yang tinggi.
2. Cadangan Potensial (Probable dan Possible) :
Cadangan ini berdasarkan pada peta geologi dan masih memerlukan penelitian dengan pemboran lebih lanjut.
Faktor pengurasan / Recovery Factor (RF).
Adalah angka perbandingan antara jumlah maksimum hidrokarbon yang dapat diproduksikan dengan awal isi hidrokarbon.
Laju pengurasan / withdrawal rate / off-take rate (otr)
Adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara produksi selama satu tahun dengan cadangan pada awal tahun bersangkutan.
Produksi Kumulatif (Cumulative Recovery)
Jumlah produksi yang telah dihasilkan pada suatu saat.

Sisa Cadangan (Remaining Reserves)..
Jumlah sisa cadangan setelah diproduksikan pada suatu saat.
Menghitung Awal Isi Hidrokarbon
a. Secara volumetris

b. Secara Material Balance :
Jumlah massa yang masuk sama dengan yang keluar ditambah jumlah yang tertinggal di dalam sistem.
Perhitungan Cadangan Minyak Metode Volumetris


c. Secara “Production Decline Curves”
Memperkirakan besarnya cadangan dengan membuat suatu extrapolasi hasil produksi terhadap waktu. Penurunan produksi dapat terjadi karena :
• Penurunan efesiensi peralatan produksi.
• Kerusakan formasi ataupun daerah disekitar lubang bor, sehingga mengurangi kemampuan mengalirnya fluida.
• Penurunan tekanan reservoir, gas-oil ratio, kenaikan kadar air.
d. Secara Simulasi Reservoir
Dalam hal ini semua data reservoir dengan segala macam aspeknya, dinyatakan dalam bentuk angka-angka, dijabarkan dalam suatu model matematis. Untuk penyelesaiannya hanya dapat dilaksanakan oleh komputer.
Type of Reserves Estimates
Reliability of Reserves Estimates
Deterministic Based Reserves Estimates
• Single Best Estimate of Each Parameter
Assessment (penilaian) setiap parameter terbaik secara subyektif ataupun implisit.
Probabilistic Based Reserves Estimates
membuat model heterogenitas 3-Dimensi. (3-D)
Proved Reserves Guidelines
Known Reservoirs
Areal Extent
Existing Economic and Operating Conditions
Type of Proved Reserves
Why Are Proved Reserves Important
Probable Reserves Guidelines
Probable & Possible Reserves
• Probable :
• Possible :
Probable and Possible Reserves Guidelines Improved Recoveryy
Uji Kemampuan Sumur
Maximum Flow Efficiency
Uji Draw Down Sumurr
Pengujian dengan cara mengukur tekanan dasar sumur pada suatu selang waktu tertentu, dengan cara membuka sumur supaya berproduksi.
Uji Bentuk Tekanan (Pressure Buildup Test)
Pengujian dengan cara mengukur tekanan dasar sumur pada suatu selang waktu tertentu, dengan cara menutup sumur sehingga tidak berproduksi.
Uji Batas Reservoir (Reservoir Limit Test)
Pengujian dengan cara mengukur tekanan dasar sumur dengan cara memproduksikan dalam waktu yang agak lama (misalnya satu bulan) pada suatu kecepatan produksi yang konstan, sehingga diperkirakan sudah dapat menjangkau batas reservoir.
Uji Hubungan dan Antar Sumur (Interference Test)
Pengujian dengan cara mengukur tekanan dasar sumur yang sedang berproduksi pada suatu selang waktu tertentu, dimana sumur lain juga diproduksikan untuk melihat adanya pengaruh antar sumur-sumur tersebut.

Penentuan Tahap Produksi
a. Produksi Tahap Awal (primer)
• Secara alamiah, yaitu produksi yang terjadi karena tenaga reservoir tersebut mampu untuk mengangkat fluida ke permukaan.
• Pengangkatan buatan, masih menggunakan tenaga reservoir tersebut ditambah dengan tenaga dari luar (misalnya pompa angguk, pompa reda) atau dengan mengurangi berat cairan di dalam kolom sumur (misalnya dengan gas lift).
b. Produksi Tahap Kedua (Sekunder)
• Menjaga kestabilan dan/atau menambah tenaga reservoir secara langsung yaitu dengan menginjeksikan air atau gas pada suatu sumur, untuk kemudian memproduksikannya dari sumur lainnya.
c. Produksi Tahap Lanjut (Enhanced Oil Recovery)
Simulasi Reservoirr
Simulasi reservoir merupakan salah satu cara yang digunakan untuk :
Simulasi merupakan suatu bentuk/model reservoir yang dijabarkan secara matematis. Dimana model tersebut dibuat dan dianggap seperti keadaan sebenarnya, sesuai dengan parameter-parameter reservoir yang ada, atau asumsi-asumsi yang dapat dipercaya.
Peralatan Simulasi
Langkah-Langkah Pelaksanaan Simulasi
Jenis Simulator
Titik Berat Kegiatan Eksplotasi Produksi
Siklus Aktivitas Upstream
Download PDF file:
{phocadownload view=file|id=332|text=File|target=s}
Kontributor : Kuswo Wahyono - Direktorat Hulu Pertamina