Tulisan berikut ini menjelaskan secara singkat aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam perancangan sistem perpipaan. Pemanfaatan penjelasan ini harus sejalan dengan kode dan standar yang berlaku.
1. MATERIAL SELECTION
Di bawah ini diberikan Tabel.1 yang mengelompokkan berbagai jenis material dan penggunaannya berdasarkan suhu kerja. Selain berdasarkan suhu, pemilihan material juga didasarkan pada jenis fluida yang akan dialirkan, yaitu pada tingkat korosivitasnya. Pada material carbon steel based piping, ketahanan terhadap korosi biasanya dilakukan dengan menambah ketebalan pipa (corrosion allowance) dan menginjeksi corrosion inhibitor.
Berapa ketebalan pipa yang harus ditambahkan ditentukan oleh laju korosi yang diperkirakan. Perkiraan, perhitungan, dan permodelan laju korosi biasanya dilakukan oleh metallurgist atau dengan menggunakan software yang sudah umum dipakai seperti NORSOK. Pada pemakaian dengan kondisi korosi yang parah serta pemakaian corrosion inhibitor yang tidak memungkinkan, atau pada pemakaian yang membutuhkan tingkat hygienitas yang tinggi, dan tidak mengandung debris (fuel piping), biasanya austenitic stainless steel based material lebih sesuai, karena permukaan dalamnya bersih dan pada level pemakaian tertentu relatif tidak membutuhkan chemical cleaning.
Namun austenitic stainless steel based material seperti ASTM A312-316/316L memiliki kelemahan pada pemakaian tekanan tinggi karena Maximum Allowable Working Pressure(MAWP) yang relatif di bawah carbon steel dan lemah terhadap chloride stress corrosion cracking serta crevice dan pitting. Tipe 304/304L biasanya dipakai untuk baja tahan karat (CRA) keperluan umum. Penambahan 2-3% Molibdenum pada 316/316L menambah ketahanan terhadap pitting.
Sering menjadi pertanyaan apa sebenarnya perbedaan 304 dan 304L atau 316 dan 316L. Kandungan karbon pada 304 atau 316 biasanya berkisar 0.06-0.08% sementara pada 304L atau 316L maksimum dibatasi pada 0.025- 0.03%. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya presipitasi karbida pada suhu tinggi antara 8000F dan 16500F. Pada suhu tinggi (misal pada Heating Area Zone saat welding) krom bereaksi dengan karbon membentuk karbida di daerah batas butir sehingga mengurangi kemampuan krom untuk mencegah terjadinya korosi dan dapat mengarahkan pada terjadinya korosi intergranular. Oleh karena itu 316L itu digunakan jika dibutuhkan pengelasan.
Duplex Stainless Steel (keluarga A790) memenuhi kriteria pemakaian pada tekanan tinggi, high corrosion resistance, dan sifat-sifat metalurgisnya berada di antara ferritic dan austenitic steel, adanya kandungan chromium memberikan ketahan yang baik terhadap atmospheric corrosion dan oksidasi, molybdenum membuat lebih tahan terhadap chloride stress corrosion cracking serta nitrogen menambah ketahan terhadap crevice dan pitting. Nikel cenderung mendorong terbentuknya struktur Face-Centered Cubic yang meningkatkan keuletan (toughness), namun secara keseluruhan struktur duplex sebagian Body-centered Cubic(Ferritic) dan sebagian Face-centered Cubic (Austenitic). Chromium dan Molybdenum mendorong terbentuknya ferit, sedangkan Nikel dan nitrogen mendorong terbentuknya austenit. Yang harus diperhatikan pada pemakaian duplex adalah serangan sulphide stress corrosion cracking, dan hydrogen embrittlement (hydrogen cracking). Secara umum pengelasan pada material duplex menjadi relatif lebih sulit dan membutuhkan kehati-hatian yang lebih tinggi dari pada bahan lain. Table.2 merupakan tambahan pada Tabel.1.
Lebih lanjut, jika fluida yang dialirkan mengandung H2S (sour service), perpipaan yang digunakan harus sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh NACE MR01-75, dimana tingkat kekerasan bahan tidak boleh melampaui Rockwell Hardness 22.

| Pipe | Fittings | Flange |
| A-790 UNS S31803 | A-182 Gr. F51 or Seamless A-815 UNS S31803 | A-182 Gr. F51 |
Table.2 Duplex SS
2. WALL THICKNESS CALCULATION
Perhitungan ketebalan pipa bisa dilakukan dengan memakai rumus berikut:
Notes:
(1) Rumus ini dipakai jika t kurang dari D/6 dan P/SE kurang dari atau sama dengan 0.385. Rumus ini diambil dari ASME B31.3 (ASME B31.4 dan B31.8 memiliki rumus yang berbeda).
(3) Threading allowances adalah sebagai berikut (dari ASME B1.20.1, ASME B31.3, Sections 304.1.1 dan 314):
½" - ¾" NPS 0.0571" thread allowance 1" - 2" NPS 0.0696" thread allowance
Tabel 3. Pipe Schedule
3. LINE NUMBERING
Setiap jalur perpipaan harus dinamai sesuai dengan identifikasi operasi, kelas, material dan kelengkapan lainnya yang melekat pada sebuah jalur perpipaan. Seluruh nomor/nama ini kemudian dikumpulkan dalam satu dokumen yang dinamai Line List. Contoh dari Line List dapat dilihat pada Lampiran 2. Penamaan sebuah jalur perpipaan dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya seperti di bawah ini:

Sequence number berubah pada:
Sequence number tidak berubah pada:
4. FLANGE CONNECTIONS
Salah satu jenis sambungan pada sistem perpipaan (pipa dengan pipa/spooling, pipa dengan valves, pipa dengan equipment) adalah dengan menggunakan flange. Sambungan flange dibuat dengan cara menyatukan dua buah flange dengan menggunakan baut dan mur, serta menyisipkan gasket antara kedua flange.
Pemilihan material flange serta baut dan mur biasanya dilakukan dengan mengacu pada material pipanya seperti terlihat pada Tabel.1 dan 2. Hal lain yang tidak kalah penting adalah kekuatan dari flange yang akan digunakan. Ketahanan dari flange terhadap tekanan adalah berbanding terbalik dengan suhu (pressure-temperature rating). Makin tinggi suhu makin rendah kemampuan flange untuk menahan tekanan.
Standar ASME B16.5 menjelaskan secara rinci bagaimana hubungan tekanan dan suhu. Untuk setiap grup material yang berbeda-beda, dikelompokkan pressure dan temperature rating kedalam klasifikasi yang berbeda. Klasifikasi ini adalah 150#, 300#, 400#, 600#, 900#, 1500#, 2500#. Table 4. diberikan untuk mencontohkan hal ini. Klasifikasi ini dipakai untuk mempermudah pengelompokan flange, sehingga tidak perlu membuat berbagai macam ukuran flange untuk setiap pressure-temperature tertentu. Berapa pun tekanan dan suhu kerja dari sistem perpipaan, selama masih berada di dalam batas-batas kelas tertentu, maka hanya perlu memakai flange kelas tersebut. Makin tinggi kelas flange makin berat dan tebal juga ukuran flange.
Pada perancangan perpipaan terdapat istilah “Flange as weakest part philosophyâ€. Istilah ini atau istilah full rating dipakai bila nilai pressure-temperature tertentu pada ASME B16.5 diambil sebagai MAWP pada sistem perpipaan tersebut. Dalam hal ini nilai MAWP tersebut juga berarti input tekanan (P) pada perhitungan ketebalan pipa. Mengingat bahwa biasanya ketebalan pipa/schedule (T) memiliki range kontingensi di atas nilai ketebalan pipa hasil perhitungan rumus (1), maka bila pada tekanan tiba-tiba naik di atas MAWP maka kebocoran akan terjadi pada flange terlebih dahulu, bukan pada pipa.
Di pasaran terdapat bermacam-macam jenis flange:
a. Slip-On Type Flange (SO).
Flange jenis ini memiliki ketahanan yang rendah terhadap getaran dan kejutan, serta konfigurasinya menimbulkan gangguan aliran di dalam pipa. Las-lasan bagian dalam cenderung lebih mudah terkorosi dibandingkan weld neck type flange.
b. Weld-Neck Type Flange (WN)
Tipe flange ini dipakai secara luas untuk berbagai aplikasi dan rating. Dibandingkan dengan SO flange, WN flange lebih tahan terhadap getaran, kejutan, geseran, impak, dan suhu tinggi. Lebih lanjut, konfigurasinya tidak menimbulkan gangguan pada aliran.
c. Lap-Joint Type Flange (LJ)
Flange jenis ini digunakan jika dengan pertimbangan ekonomis, material stub-end dan flange secara individual dibedakan. Jika saat installasi perpipaan pemasangan baut dan mur sulit karena keterbatasan ruang, LJ flange dapat dipakai.
d. Socket-Welding Type Flange (SW)
Biasanya flange jenis ini dipakai untuk perpipaan berdiameter di bawah 2â€. Untuk lebih rinci bisa mengacu pada bagian socket-welding fittings.
Selain itu ada beberapa istilah lain yang sering dipakai terkait dengan jenis muka flange:
a. Flat Face Flange (FF)
b. Raised Face Flange (RF)
c. Ring Type Joint Flange (RTJ)
FF dan RF umumnya dipakai untuk rating rendah di bawah 600#. Sedangkan RTJ umumnya dipakai pada kelas di atas 900#.
Gasket yang umum dipakai adalah jenis spiral wounded gasket. Jenis ini menawarkan reliabilitas yang tinggi baik pada pemakaian umum maupun spesifik. Biasanya memiliki ketebalan yang berbeda tergantung pada tekanan kerja. Seiring dengan mulai dibatasinya pemakaian asbestos, PTFE (teflon) lebih banyak disukai sebagai pengisi pada spiral wound gasket. Pada industri kimia dan pemakaian umum gasket jenis asbestos, PTFE, dan NBR (nitril-buthyl rubber) masih banyak digunakan terutama untuk sistem perpipaan bertekanan rendah karena harga yang relatif lebih murah dari pada jenis spiral wound. Namun evaluasi terhadap ketahanan gasket tersebut terhadap suhu dan jenis fluida juga perlu diperhatikan.
Pada masa kini, hub-end clamp connector semakin banyak digunakan, meskipun teknologinya sudah ditemukan hampir 30 tahun yang lalu. Pemakaiannya masih terbatas pada subsea-pipeline. Hub-end clamp connector menawarkan banyak kelebihan dari segi penghematan tempat, berat (relatif kecil, kompak, dan hanya menggunakan 4 buah baut dan mur), waktu, dan potensi kebocoran, yang pada akhirnya akan menghemat biaya secara keseluruhan dibandingkan flange, terutama untuk flange pada perpipaan berdiameter besar dan bertekanan tinggi. Konfigurasi clamp connector dan seal ring memungkinkan sistem hub-end clamp connector menerima bending, torsion, tension dan compression yang lebih besar dari pada ANSI flange.
5. SEKELUMIT TENTANG STRESS ANALYSIS
Pada prinsipnya pekerjaan analisis tegangan dan fleksibilitas adalah bagian tersendiri yang spesifik dan unik dari perancangan perpipaan. Pekerjaan analisis tegangan pada perpipaan umumnya memakan waktu lama dan membutuhkan keuletan yang tinggi. Di bawah ini akan diuraikan secara singkat filososfi umum dari analisis tegangan.
Fleksibilitas sistim perpipaan harus cukup sedemikian rupa sehingna ekspansi atau kontraksi termal atau pergerakan penyokong (support) tidak menyebabkan konsekwensi berikut ini:
Tujuan dari analisis tegangan dan fleksibilitas pada perpipaan adalah untuk menghasilkan rancangan (layout) sistem perpipaan yang tidak menghasilkan tegangan berlebihan. Untuk mencapai hal ini, layout tidak boleh kaku. Walaupun begitu, layout yang terlalu fleksibel juga tidak diinginkan karena membutuhkan material yang berlebihan, dan meningkatkan biaya awal. Sebagai contoh jumlah elbow dan belokan yang banyak mengindikasikan level fleksibilitas yang tinggi, tetapi hal ini dapat meningkatkan hilang tekan yang besar dan menimbulkan kenaikan biaya yang signifikan.
Lebih jauh lagi, dalam memulai analisis tegangan, ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan:
Untuk sistim perpipaan seperti apa pun, kriteria di atas berlaku dan harus dipertimbangkan sebagai prasyarat minimum.
Sebelum memulai pekerjaan stress analisis, seorang stress analisis engineer biasanya terlebih dahulu mengidentifikasi awal P&ID's dan Line List yang merupakan kumpulan data tentang masing-masing jalur, bagaimana level kritis masing-masing jalur terhadap kebutuhan stress analisis. Hasil penentuan ini kemudian dikumpulkan di dalam satu dokumen yang dinamai Critical Line List. Dokumen ini sangat membantu untuk menentukan skala prioritas terhadap bagian mana yang perlu dilakukan analisis menggunakan komputer dan mana yang tidak, mengingat keterbatasan waktu jika harus melakukan keseluruhan analisis pada sistim yang kompleks. Penyelidikan awal ini biasanya menggunakan paramater ASME B31.3 General Flexibility Formula:


a. Ball ValveSecara umum ball valve dipakai untuk keperluan on/off. Ball valve tidak boleh digunakan untuk keperluan regulasi/throttling. Ball valve yang mengalirkan fluida/hidrokarbon yang mudah terbakar harus berupa “Fire Safe Design†sesuai dengan API 6FA (trunion) atau API 607 (floating).
b. Butterfly ValveButterfly valve tidak boleh digunakan pada produk hidrokarbon dan hanya digunakan untuk kelas di bawah ANSI 150, kecuali kondisi penutupan yang sempurna tidak diperlukan.
c. Check ValveCheck valve tidak boleh dipasang pada aliran turun vertikal. Pada aliran yang pulsatif , check valve jenis piston sebaiknya digunakan. Pada masa sekarang, check valve jenis wafer semakin banyak digunakan mengingat dimensinya yang kecil, dan ringan dibandingkan jenis swing.
d. Gate ValveGate Valve umumnya dipakai untuk aplikasi on/off atau untuk keperluan isolasi, small drain, dan venting. Gate valve tidak direkomendasikan untuk digunakan pada aplikasi regulasi/throttling.
e. Globe ValveGlobe Valve umumnya digunakan untuk aplikasi throttling/ regulasi, by-pass control valve, drain line, atau sample connections. Globe valve dengan ukuran lebih besar dari 6†sebaiknya tidak dipakai, kecuali untuk kondisi tertentu yang spesial.
a. Butt-weld (BW)Digunakan pada secara luas untuk proses, keperluan umum, dsb. Cocok untuk pipa dan fitting berukuran besar (2†dan lebih besar), dengan reliabilitas yang tinggi (leak-proof). Prosedur fabrikasinya adalah dengan menyatukan masing-masing ujung sambungan (bevel), diluruskan (align), tack-weld, lalu las kontinu. Beberapa contoh fitting yang menggunakan BW antara lain:

b. Socket-weld (SW)SW digunakan untuk ukuran kecil (dibawah 2â€). Ujung pipa dibuat rata, lalu didorong masuk ke dalam fitting, valve atau flange. Dibandingkan dengan BW, SW memiliki kelebihan dalam hal penyambungan dan pelurusan yang lebih mudah, terutama untuk ukuran kecil. Tetapi, adanya sisa jarak 1/16 in antara pertemuan ujung pipa dan fittings, valve, atau flange dapat menyebabkan kantung cairan. Penggunaan SW juga dilarang per ASME B31.1.0-1967 jika terdapat erosi atau korosi cresive.

c. ScrewedSeperti SW, screwed piping digunakan untuk pipa berukuran kecil. Umumnya tidak dipakai untuk proses, meskipun mungkin pressure-temperature ratingnya memenuhi. SW dan screwed fitting umumnya berkelas 2000, 3000, dan 6000 PSI.
d. Quick Connector and CouplingsDigunakan baik untuk koneksi permanen atau sementara, tergantung pada kondisi servis, dan jenis sambungan. Biasanya cocok dipakai pada saat perbaikan jalur, dan modifikasi proses.
| Pressure (psig) | 285 | 285 | 260 | 245 |
| Temperature (0F) | -50 | +100 | +200 | +250 |


COMMENTS
Posted On
%b %10, %2013Posted By
gandapak tolong kirim contoh sertifikat untuk Gate Valve 8" Ansi 300 Brand Crane
Check Valve 8" Ansi 300 Brand Crane
serta penjelasannya
terima kasih atas bantuannya
Posted On
%b %01, %2013Posted By
Ricki Nelson SyamAssalamu'alaiku m Mas Agus, Salam kenal dan mohon izin di copy ya...
Syukron, Jazakallahu khoiran.
Posted On
%b %28, %2013Posted By
david setiawanthx buat info nya...
WWW.JAKARTASTAGE.COM
SEWA PANGGUNG JAKARTA
Posted On
%b %08, %2013Posted By
asepmau tanya donk mengapa terkadang ball valve dapat disebut sebagai quick opening valve, terima kasih
Posted On
%b %30, %2013Posted By
yohanesmohon bantuan ,mengirimkan data katalog utnuk berat fitting VALVE,FLANGE,EL BOW,TEE sesuai ukuran pemakaian pipa 1/2"...1 " dst.
Tarima Kasih,
yohanes,
Posted On
%b %17, %2012Posted By
MedianMas sy masih newbie dlm perpipaan. tlng emailkan berat fitting, terima kasih
=============================
Berat fitting bervariasi tergantung bahan dan jenisnya, biasanya vendor/manugatu rer mempunyai katalog sebagai bahan referensi, seperti berikut:
atau
Posted On
%b %19, %2012Posted By
RichardMas Mohon bantuannya, untuk class ANSI 150 3'' body cast steel, rptfe bisa tahan sampai berapa drajat celcius, mohon referensinya y mas...
terima kasi...
jaya selalu
richard
===================================
Gak bisa ilmu nujum gitu Mas.... untuk apa servicenya? Ini equipnya apa?...
BTW... secara umum untuk RPTFE Media temperature range. -22°F to 250°F [-30°C to 120°C]
Posted On
%b %10, %2012Posted By
fadly putramas,mohon masukan,apa jebakan buat org spt sy yg susah bgt nginget rumus line pipa.hehe..mksh yoo
Posted On
%b %19, %2012Posted By
basuki kurniawanpak gimana caranya atau rumusnya cara membuat elbow untuk isolasi pipa(ducting)
Posted On
%b %03, %2012Posted By
JOHN WMohon di email berapa berat Elbow, Equal TEE, Red Con, Red TEE, black steel, sch 40 dan flange Ansi 150
Posted On
%b %13, %2012Posted By
umbul skaDengan Hormat,
Mohon untuk diberikan standarisasi berapa besaran maksimal korosi yg dianjurkan untuk steel structure pada boiler dan pipa
Atas perhatiannya terima kasih
best regards
umbul
Posted On
%b %04, %2012Posted By
dwi j purnamapak bagaimana rumus membuat reduce dari pipa besar menjadi kecil, misal 8" jadi 6" maturnuwun
Posted On
%b %29, %2012Posted By
AdministratorQuoting amril:
Coba baca ebooknya di sini: http://www.agussuwasono.com/download/category/6-teknik.html
Untuk software, harus beli mas... bisa di sini: www.canutesoft.com/ atau di sini www.mepcad.com/autosprink/
Posted On
%b %27, %2012Posted By
amrilPak, mohon informasinya cara design pipa sprinkler, kalo ada softwarenya akan sangat membantu. Terimakasih
Posted On
%b %15, %2012Posted By
AdministratorQuoting arif:
Mungkin ini yang dimaksud www.bendtooling.com/bending_formulas.htm ini webtools.delmarlearning.com/sample_chapters/04614_ch26_p100-104.pdfatau ini www.hinesbending.com/BASICTUBEBENDINGGUIDE.pdf
Posted On
%b %15, %2012Posted By
arifMohon Bantuannya...!!
Saya mau tanya tentang rumus2 bending pipa...
Sebelumnya terima kasih.....
Posted On
%b %29, %2011Posted By
bryanMau tanya mengenai fire safe certificate API 6FA dan API 607, apakah
standar sertifikasi tersebut applicable untuk gate valve dan globe valve?
apakah ada standar yang mengatur mengenai hal ini, selain API6FA atau
API607 itu sendiri? karena dalam standar tsb sepertinya tidak disebutkan
jelas peruntukannya, kecuali disitu disebutkan bahwa standar API6FA
tidak mengcover check valve.
Posted On
%b %28, %2011Posted By
raispak saya mau menanyakan :
apakah pengertian mechanical joint dan jenis2nya?terimakasih
=========================
Mechanical join dalam arti umum merupakan sambungan yang dipakai untuk menghubungkan dua bagian suatu alat atau part suatu mesin secara mekanis. Bisa berupa coupling, flanges, atau ulir.
Posted On
%b %26, %2011Posted By
EDI JONES SILAENPak, mau tanya apa yang menjadi keuntungan ato kelebihan pipa stainless 316 L, trus kalo mo tau lebih detail tentang jenin pipa tersebut website nya apa ya pak???? Thank's alot
=====================================
Coba ini Mas: www.stainless-steel-tube.org/316-316L-Stainless-Steel-Tube-Pipe-Tubing.htm atau www.imoa.info/_files/stainless_steel/Stainless_Steel_Pipe.pdf
Tabel dimensi pipa: www.smithcooper.com/Illustrative%20Catalogs/Stainless%20Steel/SCI%20Stainless%20Pipe%20and%20Tubing%200709.pdf
atau di sini:www.engineeringtoolbox.com/ansi-stainless-steel-pipes-d_247.html
Posted On
%b %03, %2011Posted By
Rizqi.M.RDengan hormat,
Mohon bantuannya apakah ada tabel untuk conversion DIN to ANSI.
Regards,
Rizqi.M.R
===========================
Coba dilihat di sini:
www.williamtools.com/ANSI-DIN-Standard.shtml
Ini untuk Valves:
mdmetric.com/ss/flanges/flenzen_din_&_ansi.htm
Materials:
www.itraders.biz/dsp/materials_conversion.html
RSS