Menyambung pembahasan kita pada teori perhitungan unjuk kerja kompresor sentrifugal, kali ini saya akan memberikan contoh perhitungan evaluasi unjuk kerja dimaksud.
Contoh ini diambil dari salah satu kertas kerja saya di salah satu perusahaan minyak di Indonesia pada penghujung tahun 2002. Sebut saja misalnya kita akan mengevaluasi sebuah kompresor dengan tag number 86 K 201. Dalam hal ini Kompresor 86 K 201 adalah kompresor sentrifugal dengan penggerak turbin uap yang berfungsi sebagai sarana untuk mensirkulasikan kembali (recycling) gas hidrogen yang diperlukan pada proses tatoray yang merupakan proses transalkylasi aromatik secara katalis di sebuah industry minyak.
Gas dari separator 86 V 201 (recycle gas) dikompresikan bertemu dengan feed hidrokarbon masuk ke reaktor R201 melalui combined feed exchanger E201 dan furnace F201. Kemurnian hidrogen di dalam recycle gas dijaga dengan make up hidrogen dari unit plat forming. Kegagalan aliran recycle gas ini dapat menyebabkan terhentinya proses pada unit ini. Diagram alir dari kompresor 86 K 201 dapat dilihat dalam gambar berikut.
Mengingat pentingnya fungsi kompresor 86 K 201, perlu dilakukan analisa dan monitoring yang terus menerus terhadap unjuk kerja kompresor tersebut.
Untuk mengevaluasi unjuk kerja kompresor, perlu diketahui data spesifikasi yang menunjukan karakteristik kompresor dimaksud serta data kondisi operasi yang menunjukan kemampuan kerja kompresor secara nyata.
1. Data Spesifikasi Kompresor 86 K 201
Manufacture / model : Hitachi-Pignone / BCL 353
Tipe kompresor : Centrifugal - multi stage double casing.
Kapasitas : 120883 Nm3/hr
Service gas : H2 – HC
Berat molekul : 6,7
Tekanan masuk : 32,6 kg/cm2abs.
Tekanan keluar : 38,5 kg/cm2abs.
Temperatur masuk : 38 0C
Kecepatan : normal : 10.860 rpm rated : 11.400 rpm
Tekanan casing maks. : 42 kg/cm2abs
Manufacture no. : 88P7120501
Tahun : 1989
2. Data Spesifikasi Penggerak
Jenis Penggerak : Turbin uap
Nomor seri : 17947
Tipe : B4-R3
Rated Power/speed : 1100 KW / 11.400 rpm
Putaran kritis : 1st 5550 rpm - 2nd 31.700 rpm
Temperatur masuk : normal 330 0C maks. 370 0C
Tekanan keluar : 3 kg/cm2 g
Tekanan masuk : normal 19 kg/cm2 maks. 22 kg/cm2
Berat : 4000 kg
Tahun : 1989
3. Data Desain
Kapasitas : 120.883 Nm3/hr
Aliran massa : 602 kg/min
Kondisi masuk :
Tekanan : 32,6 kg/cm2
Temperatur : 38 0C
K=Cp/Cv : 1,378
Faktor Kompresibilitas (Z1) : 1,015
Volume : 73,82 kg/cm2
Kondisi Keluar :
Tekanan : 38,5 kg/cm2
Temperatur : 54,6 0C
K=Cp/Cv : 1,38
Faktor Kompresibilitas (Z2) : 1,019
Rasio tekanan : 1,181
Head politropik : 6844 m
Efisiensi politropik : 80,5 %
Daya : 875 KW
Putaran : 10860 rpm
4. Data Kondisi Operasi
Kapasitas : 131.600 Nm3/hr
Temperatur masuk (T1) : 37 oC = 558,6 oR
Tekanan masuk (P1) : 28 kg/cm2g = 412,3 psia
Temperatur keluar (T2) : 60 oC = 600 oR
Tekanan keluar (P2) : 34,12 kg/cm2g = 499,2 psia

5.2 Komposisi Gas Propertis Partial

5.3 Perhitungan Gas Propertis Campuran.
Hasil perhitungan gas propertis campuran dapat dilihat dalam tabel 3.
Dimana dari perhitungan tersebut didapat harga gas propertis campuran sebagai berikut :
BM mix = 6,74
Pc mix = 299,45 psia
Tc mix = 146,04 oR
Cp mix = 7,77 BTU/lbm.mol. oR
![]()
5.4 Panas Jenis Spesifik dan Spesifik Gravity
a. Panas jenis spesifik
Panas jenis spesifik (specifik heat ratio) dapat dicari dengan menggunakan persamaan :

dimana :
K : Panas jenis spesifik
Cp mix: Panas spesifik pada tekanan konstan, kondisi campuran.
b. Spesifik gravity
Sedangkan spesifik gravity dapat dicari dengan dua persamaan :

5.5 Mencari Faktor Kompresibilitas (Z)
a. Kondisi masuk.

Dari hubungan Pr1 dan Tr1 pada gambar 1 didapat harga Z1 = 1,015.
b. Kondisi keluar.

Dari hubungan Pr2 dan Tr2 pada gambar 1 didapat harga Z2 = 1,02.
![]()
c. Kondisi rata-rata.

d. Mencari harga Cp.
Dapat digunakan persamaan :

5.6 Eksponen Politropik
Besarnya eksponen politropik (n) dapat dihitung dengan persamaan :

5.7 Menghitung Head
Karena head yang dihitung adalah head dalam kondisi aktual, maka persamaan yang digunakan menggunakan asumsi politropik, dengan rumus :

5.8 Efisiensi
Efisiensi adalah perbandingan antara kerja sesungguhnya dengan kerja desain (teoritis). Efisiensi politropik dapat diketahui dengan persamaan :

Hubungan antara harga head dan efisiensi politropik menunjukan head aktual politropik, hal ini dapat dilihat dari persamaan berikut :

5.9 Kapasitas Kompresor
a. Konversi kapasitas desain.


b. Kapasitas operasi :

c. Dalam weight flow :

5.10 Daya Kompresor
a. Daya gas (aerodinamic)


b. Daya Kompresor
Daya kompresor merupakan perbandingan antara daya gas dengan efisiensi mekanis. Di mana untuk kompresor sentrifugal kehilangan daya karena mekanis sekitar 3 %. Sehingga, daya kompresor menjadi :

b. Daya penggerak
Sedangkan daya penggerak adalah daya kompresor dibanding efisiensi transmisi. Dimana efisiensi transmisi menggunakan fleksibel kopling sekitar 98 %.Sehingga daya penggerak menjadi :

Dari hasil perhitungan di atas dapat diketahui parameter pokok yang paling berpengaruh yaitu :

Hasil tersebut dapat dianalisa sebagai berikut :
1. Kompresor beroperasi pada
kapasitas aktual.
2. Hal ini disebabkan oleh turunnya tekanan masuk sebesar :
dari tekanan masuk desain. Ini dapat dibuktikan dengan rumus :

Meskipun T1 naik, akan tetapi tidak terlalu signifikan (hanya 1 oC).
3. Naiknya kapasitas menyebabkan laju aliran massa ( ) naik, sehingga daya juga menjadi bertambah. Hal ini dapat dibuktikan dengan rumus :

Dimana daya kompresor naik sebesar :

4. Turunnya tekanan masuk menyebabkan naiknya nilai eksponen politropik, sesuai dengan rumus :
Hal ini menyebabkan :
Naiknya head politropik sebesar :
Turunnya efisiensi politropik sebesar : ![]()
6. Unjuk Kerja mekanis
6.1 Data riwayat kerusakan (History record)
Berdasarkan data pada kartu riwayat menunjukan bahwa kompresor 86K201 dalam kondisi yang cukup bagus. Sejak dioperasikan pada tahun 1991, tidak ada kerusakan yang cukup berarti. Perbaikan hanya berkaitan dengan masalah penunjang kompresor dan turbin penggerak, seperti perbaikan pada kebocoran steam, pompa lube oil, oil filter dan pekerjaan kecil lainnya.
Overhaul biasanya dilakukan pada saat turn around yang dilakukan setiap 2 tahun. Pada saat itulah biasanya dilakukan pengukuran-pengukuran clearance, penggantian suku cadang maupun rekondisi aparat.
6.2 Data vibrasi
Vibrasi merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan sebagai analisa terhadap unjuk kerja sebuah peralatan. Trend kenaikan vibrasi dapat dijadikan acuan untuk menentukan schedule perbaikan.
Kompresor 86K201 dilengkapi dengan detector vibrasi yang outputnya dapat dilihat di panel lokal maupun di ruang kontrol, sehingga setiap gejala yang timbul dari perubahan vibrasi dapat dimonitor setiap saat.
Spesifikasi detector vibrasinya adalah :
Dari monitoring yang dilakukan setiap bulan (diluar daily monitoring) didapat data vibrasi seperti pada tabel 5.
Sedangkan trend vibrasi dinyatakan dalam grafik berikut :


6.3 Konsumsi Seal Oil
Kompresor 86K201 menggunakan seal oil film menggunakan overhead tank. Dalam prosesnya terjadi losses dalam bentuk sour seal oil yang merupakan pencampuran antara seal oil dengan gas. Untuk mengevaluasi unjuk kerja seal oil dapat dikaji dari kapasitas seal oil yang di drain. Hal ini dapat dihitung dengan persamaan :

Dimana :
Q : Sour seal oil drain consumption (lt/day/seal)
D : OD shaft = 10,5 cm
S : Seal clearance = 0,03 cm
g : grafitasi = 980 cm/sec2
ΔP : Differential pressure S/O and gas = 0,5 kg/cm2
ν : Viskositas oil = 0,16 cm2/sec
γ : Berat jenis oil =0,87 gr/cm2
L : Axial length of floating ring = 1,9 cm
Maka :

Dimana data make up seal oil rata-rata perbulan 600 liter atau rata-rata per hari 20 liter / 2 seal (sebanding dengan hasil perhitungan). Dan untuk perhitungan desain sebesar 25 lt/day/seal. Sehingga kondisi seal oil assembly masih bagus.
6.4 Analisa Unjuk Kerja Mekanis
Berdasarkan analisa di atas dapat dinyatakan bahwa :
7. Simpulan
Berdasarkan hasil perhitungan (data rekapitulasi) dan kondisi mekanik terhadap evaluasi unjuk kerja kompresor sentrifugal 86 K 201 dapat di simpulkan sebagai berikut :
8. Saran
Untuk menjaga unjuk kerja kompresor dapat dipertahankan sehingga target operasi terpenuhi, disarankan agar :
DAFTAR PUSTAKA