
Artikel berikut merupakan terjemahan dari laporan yang ditulis oleh Vic Lundberg seorang process engineer untuk Quadna, sebuah perusahaan DXP di California, sebagai 'sharing' pengalaman penggunaan dry running split seal dan sleeve bearing pada mixer dengan suhu tinggi.
Kerusakan karena zat kimia merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan pada proses manufaktur dengan teknologi tinggi. Sebagai contoh pada sebuah kasus di pabrik Titanium yang selalu mengindikasikan adanya ‘daya’ yang timbul saat temperature tinggi pada campuran titanium tetrachloride (TiCl4), atau dalam dunia industri disebut TiCL.
Perusahaan tersebut merupakan penghasil logam titanium dengan kualitas tinggi. Dengan kombinasi yang unik antara kekuatan, beratnya yang ringan, tahan korosi dan karakteristik material lainnya, menyebabkan titanium banyak dipakai di banyak industri, seperti industri pesawat terbang dan aplikasi penting lainnya.
Sebagai penghasil titanium, proses produksinya memerlukan perlatan yang handal sehingga selalu diupayakan cara terbaik terutama pada system penyekat pada poros di tangki pencampur dengan suhu tinggi di mana Ticl diproduksi. Zat kimia yang cukup agresif mempunyai tendensi untuk terbakar dengan sendirinya dan potensi uap yang berbahaya serta asap putih beracun yang berimbas pada isu keselamatan. Selain itu, tatkala zat kimia ini bercampur dengan air, ia akan sangat berbahaya.
Read more: Dry Split Seal - Solusi Tepat untuk Tangki Mixer dengan Temperatur Tinggi

Artikel berikut menjelaskan secara singkat masalah kavitasi dalam perpipaan sistem distribusi, baik tanda-tanda, akibat, penentuan potensi kavitasi maupun pencegahan terbaik terhadap kavitasi...
Tanda-tanda kavitasi
Dalam sistem distribusi air di mana perbedaan tekanan yang tinggi dan tingkat aliran yang tinggi, menyebabkan katup, pipa dan peralatan lainnya benar-benar mengambil beban yang berlebih. Ketika katup kontrol otomatis (control valve) yang terkena kondisi seperti itu, maka sering menunjukkan getaran dan kebisingan yang berlebihan, yang menciptakan signal bagi operator bahwa perbedaan tekanan dan tingkat aliran tinggi harus segera diatasi. Ketika "gejala" muncul, hal itu merupakan indikasi yang jelas bahwa kavitasi telah terjadi dan akan diikuti oleh berkurangnya kinerja dan lahirnya kegagalan produksi.
Kavitasi di katup terjadi ketika kecepatan dari fluida di daerah ‘seating’ terjadi berlebihan, menciptakan pengurangan yang tiba-tiba yang berakibat turunnya tekanan di bawah tingkat tekanan uap dan menyebabkan pembentukan gelembung kecil yang jumlahnya ribuan. Karena kemudian kecepatan fluida berkurang, tingkat tekanan menjadi naik, menyebabkan gelembung uap runtuh dan melepaskan sejumlah besar energi yang dapat menggerogoti permukaan logam dari interior katup. Pada akhirnya dapat mengakibatkan beberapa masalah kinerja, termasuk hilangnya kapasitas aliran dan kerusakan erosi. Aturan praktisnya adalah: dengan kondisi tekanan yang relatif rendah pada sisi hilir, semakin tinggi penurunan tekanan di katup, menyebabkan potensi yang lebih besar untuk terjadinya kerusakan.
Lihat inset untuk aplikasi dimana kavitasi sering terjadi.
1. Manajemen
Kata manajemen berasal dari bahasa prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur (Wikipedia, 2009). Menurut Robbins (2007), mendefenisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektief dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanbataan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorginisir, dan sesuai dengan jadwal.
Defenisi Manajemen
Manajemen berasal dari kata kerja To Manage berarti control. Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan mengendalikan, menangani atau mengelola. Selanjutnya kata benda manajemen atau management dapat mempunyai berbagai arti. (Herujito, 2001).
Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjan melalui orang lain. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Manajemen menurut Pamela Lewis, (2004) dalam bukunya “management: challenges For tomorrow’s Leaders”, yaitu: “management is the process of administering and coordinating resources effectively and efficiently in an effort to achieve the goals of organitation ”.
Manajemen merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam mengatur sumber daya – sumber daya yang dimilikinya agar dapat dikelola secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.
2. Teori Manajemen
Menurut Herujito (2001), menguraikan gambaran dan 3 teori manajemen:
a. Teori Klasik: Teori yang berusaha meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui peningkatan efisiensi tenaga kerja,
b. Aliran Perilaku: Teori ini muncul akibat ketidak mampuan teori klasik menjelaskan bagaimana efisiensi produksi dan keserasian kerja dapat dicapai dalam suatu perusahaan atau organisasi,
c. Ilmu Manajemen: Teori ini mencoba mendekatkan masalah manajemen dan organisasi untuk perusahaan secara umum dengan membentuk matematik yang merupakan simulasi dari masalah yang terjadi.
Air compressors have been around for well over 100 years and have as many uses as there are tools that use air. One reason for their popularity is because air as a resource is safe, flexible, clean and convenient. These machines have evolved into highly reliable pieces of equipment that are almost indispensable in most of the applications they serve. Compressors can come in a wide variety of different types and sizes.
Ultimately, as with any tool, air tools and the compressors that drive them, have to save the user time and money on any given project. Most compressed air tools are more powerful and typically lighter than standard electric tools or battery powered cordless tools. They are used by virtually every industrial sector from aircraft to automobiles to dairy farming to textiles.
While there are many types of compressors, they all perform the same function, which is to increase the pressure and reduce the volume of a given gas such as air. The most common type of compressors work by filling a chamber with air and then reducing the chamber’s volume. These are called positive displacement compressors. They are the most widely available compressors and include reciprocating, rotary screw and rotary vane compressors.
Of all the positive displacement compressors, Reciprocating or Piston compressors are the most commonly available on the market and can be found in ranges from fractional to very high horsepower. These compressors are sold world wide by many mass marketers and a large variety of retail outlets.
Rotary compressors (Screw and Vane) and the centrifugal compressors are also commonly found but in more of an industrial/commercial environment. Normally they are operated at significantly higher horsepower and flow rates, which makes them more expensive buy and to operate. For more information on rotary compressors please visit www.daveycompressor.com.
The following paragraphs contain some very general information on piston compressors that will allow for a more informed decision concerning the type and size of compressor being considered.
1. PENDAHULUAN
Bagian ini menjelaskan secara singkat tentang Boiler dan berbagai alat pembantunya dalam Ruang Boiler.
Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar. Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem.
Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Dua sumber air umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali dari proses dan (2) Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari luar ruang boiler dan plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan economizer untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas buang.