Intisari

Salah satu penyebab penyakit kanker adalah senyawa trihalomethan senyawa ini bisa terbentuk dari reaksi senyawa khlorin dengan senyawa natural seperti Humic substance yang ada dalam air baku . Dengan berkembagnya teknologi dan perkembangan jumlah penduduk yang semakin pesat maka volume air limabah yang harus diterima oleh badan air juga semakin besar hal ini akan menyebabkan senyawa humus yang terlarut dalam air baku semakin besar pula. Sedang secara umum pengolahan air bersih selalu menggunakan senyawa khlor untuk proses prekhlorinasi maupun disinfeksi dengan pertimabangan proses ini lebih murah dibanding yang lain, hal ini akan menyebabkan air bersih yang diproduksi mengandung trihalomethan dalam jumlah besar berdasarkan reaksi:

Senyawa trihalomethan yang terlarut dalam air bersih dalam jumlah yang besar bisa menyebabkan penyakit kanker.
I. Senyawa trihalomethan (THMs)
Air dalam bentuknya H2O sudah tidak akan pernah lagi didapatkan di dunia ini sedangkan air hujan yang merupakan sumber air utama dari air tanah sudah tercemar oleh gas –gas seperti nitrogen (N2)oksigen (O2) karbon dioksida (CO2)dan garam –garam an organik . selanjutnya air hujan dalam perjalanannya menuju air permukaan maupun air tanah akan mengalami berbagai pencemaran yang dilakukan secara alami membawa senyawa kimia. Salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi adalah air. Dengan pesatnya perkembangan industri dan perkembangan jumlah penduduk maka kebutuhan air bersih juga semakin bertambah besar pula . Yang menjadi permasalahan adalah semakin buruk kualitas air baku maka disamping biaya produksinya membesar hasilnya juga sering kurang memenuhi persyaratan.
Salah satu problem atau masalah yang sering dijumpai dalam air minum akhir–akhir ini adalah adanya senyawa Trihalomethane atau disingkat THMs sebagai akibat hasil samping dari proses disinfeksi dengan gas khlor atau senyawa hipoklorit.
Senyawa haloform dalam air minum dengan konsentrasi yang cukup tinggi ditemukan segera setelah proses klorinasi. Berbagai factor yang mempengaruhi terbentunya senyawa trihalomethane dalam air minum akibat reaksi antara senyawa khlorine dengan senyawa natural seperti ‘ Humic substance “ yang ada dalam air baku.
Senyawa Trihalomethane dengan doses yang cukup tinggi dapat menyebakan kanker hal ini diukapkan oleh Nasional Cancer Institute tahun 1975.
Read more: Penggunaan Kaporit pada Pengolahan Air Bersih sebagai Pemicu Penyebab Kanker
Mikroturbin merupakan teknologi paling mutakhir dan telah memasuki pasar pada 1999 dan 2000. Teknologi mikroturbin diadopsi dari teknologi turbin gas yang lazim digunakan di pesawat terbang dan diesel engine turbocharger pada mesin otomotif.
Pada 1998 sebuah industri mikroturbin di Amerika Serikat memulai pengembangan konsep. Dan 10 tahun berselang perusahaan tersebut menjadi yang pertama menghasilkan mikroturbin berskala komersial untuk masuk ke pasar penyedia energi listrik. Pertama kali masuk pasar, mikroturbin digunakan sebagai pembangkit listrik stasioner.
Mikroturbin tak banyak memiliki komponen bergerak, tanpa pelumas, dan tanpa pendingin. Tenaga listrik berfrekuensi tinggi yang dihasilkan turbo generator diubah secara elektronik menjadi tenaga listrik berfrekuensi 50 sampai 60 Hz yang bisa langsung dimanfaatkan.
Masyarakat pertama kali mengenal mikroturbin Cogeneration pada 1998. Saat itu baru dua unit mikroturbin yang dipasang. Setahun setelahnya, penggunaan mikroturbin meningkat menjadi 211 unit yang menghasilkan listrik 6 MW. Peningkatan terus terjadi pada tahun 2000 ketika terdapat 790 unit mikroturbin yang dipasang dan menghasilkan listrik 23,7 MW. Peningkatan luar biasa terjadi pada tahun 2001 saat jumlah mikroturbin yang dipasang berjumlah 1.153 unit dan menghasilkan 48,3 MW listrik.
IBM mengatakan bahwa ia telah membuat kemajuan signifikan menuju pembuatan komputer yang mensimulasikan dan mengemulasikan kemampuan otak untuk merasakan, melihat, berinteraksi, dan mengakui.
Juga dapat melakukannya dengan menggunakan otak berdaya rendah dalam mengkonsumsi energi dan ukuran yang kompak, dan memiliki tingkat kecerdasan yang mendekati kucing pintar. Big Blue akan mengumumkan pembangunan pada SC 09 konferensi superkomputer di Portland.
IBM Research's kognitif tim komputasi telah membuat kemajuan dengan apa yang mereka sebut "cortical skala besar simulasi" dan menciptakan algoritma baru, atau rumus matematika, menyatukan otak-seperti data. Kedua langkah-langkah yang diperlukan dalam menciptakan otak seperti chip. Kami menulis tentang usaha ini, dipimpin oleh Dharmendra Modha , tahun lalu ketika IBM mengumumkan untuk memulai proyek ini.
Para ilmuwan di IBM Almaden Research-Lawerence Berkeley dan Lab Nasional telah melakukan pertama-sesaat dekat dengan simulasi otak. Simulasi ini lebih canggih daripada kucing otak dan memiliki satu miliar "spiking neuron" dan 10 triliun pembelajaran individual sinapsis, yang mirip dengan hubungan antara sel-sel otak dan bekerja dengan para peneliti dari Stanford University, ilmuwan IBM telah mengembangkan algoritma yang mengeksploitasi Blue Gene superkomputer untuk mengukur hubungan dengan otak manusia tanpa invasif. Teknik menggunakan resonansi magnetik difusi berbobot imaging untuk memetakan cara otak kabel. Dengan melakukan hal ini, IBM telah mengambil langkah mengungkap bagaimana komunikasi terjadi di dalam otak.

Makalah ini akan membahas prospek dan kendala pemakaian konstruksi bangunan baja secara umum dan Indonesia khususnya, ditinjau dari sisi akademisi. Sehingga nantinya dapat dilakukan tindakan nyata agar para pemangku kepentingan suatu proyek (owner, arsitek, insinyur, kontraktor) mendapatkan kepuasan ketika memilih konstruksi baja.
Abstrak :Istilah konstruksi bangunan digunakan untuk merujuk pada kegiatan membangun segala prasarana yang diperlukan manusia untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan peradabannya. Jadi tidak salah, jika dari konstruksi bangunan yang ditinggalkannya maka suatu bangsa dapat dilihat tingkat kemajuannya. Untuk itu berbagai bahan material telah banyak diteliti dan digunakan untuk konstruksi, mulai dari tanah, batu, kayu, beton, baja atau beberapa lagi yang mungkin dapat disebutkan. Tetapi jika fokusnya dibatasi pada konstruksi bangunan yang berupa jembatan dan gedung, maka bahan material yang dapat dipilih relatif terbatas, yaitu kayu, beton, dan baja, atau kombinasinya.
Pemilihan bahan material yang sesuai adalah tahapan penting dan ternyata banyak factor yang mempengaruhi. Kriteria kekuatan dan kekakuan umumnya dijadikan pertimbangan utama para insinyur memilih bahan material konstruksi. Tetapi itu tidak menjamin bahwa material yang unggul pada kriteria tersebut dipastikan akan mendominasi pemakaiannya, sebagaimana yang terjadi pada pemakaian konstruksi bangunan baja di Indonesia.
Kata kunci: prospek dan kendala, bahan material, konstruksi / struktur baja.

NORM dan TENORM merupakan bahan diskusi yang sedang menjadi trend di kalangan pemerhati limbah radioaktif. Makalah ini merangkum status pengelolaan limbah NORM dan TENORM baik terkait dengan asal-usul limbah, regulasi dan pengkajian pembuangannya. Regulasi pengelolaan NORM dan TENORM di beberapa negara maju telah ditetapkan, namun belum ada guideline dari IAEA. Demikian pula banyak opsi teknologi untuk pembuangan limbah NORM dan TENORM dengan menggunakan standar penyimpanan/pembuangan limbah radioaktif. Perlu kehati-hatian dalam membuat keputusan dan kebijaksanaan penanganan NORM dan TENORM karena menyangkut masalah sosial dan ekonomi.
Bahan radioaktif yang bukan berasal dari kegiatan nuklir biasa dikaitkan dengan apa yang disebut NORM dan TENORM. NORM adalah kependekan dari Naturally Occurring Radioactive Material,sedangkan TENORM adalah singkatan dari Technologically-Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material.NORM merupakan bahan radioaktif yang sudah ada di alam yang secara sadar atau tidak sadar merupakan bagian dari kehidupan manusia. NORM terdapat di mana-mana, karena hampir semua bahan alami, baik dalam tubuh, di makanan, ataupun di lingkungan sedikit banyak mengandung bahan radioaktif alami. TENORM adalah bahan radioaktif yang diambil dari alam (batuan, tanah, dan mineral) dan terkonsentrasi atau naik kandungan radioaktivitasnya sebagai akibat dari kegiatan industri. TENORM dijumpai di pertambangan uranium, pabrik produksi pupuk fosfat, produksi minyak dan gas, produksi energi geotermal. Regulasi pengelolaan NORM dan TENORM di beberapa negara maju telah ditetapkan, namun belum ada guideline dari IAEA.
Read more: Studi NORM dan TENORM dari Kegiatan Industri Non Nuklir