
Artikel singkat berikut, berisi uraian singkat tentang alat-alat pengukuran/pemantauan yang ada di dunia industri.
Peralatan pemantauan sangat berguna untuk mengukur berbagai macam parameter aktual operasi peralatan energi dan membandingkannya dengan parameter desain untuk menentukan jika efisiensi energi dapat ditingkatkan. Atau peralatan pemantauan dapat digunakan untuk mengidentifikasi pengukuran steam atau kebocoran udara tekan. Parameter yang sering dipantau selama pengkajian energi adalah :
Modul ini memberi informasi untuk berbagai macam peralatan pemantauan yang sering digunakan selama pengkajian energi di industri:
Untuk setiap tipe peralatan pemantauan, informasi sebagai berikut diberikan:
1. PERALATAN PENGUKUR LISTRIK
1.1 Apa yang dilakukan peralatan pengukur listrik.
Peralatan pengukur lis trik termasuk klem atau analisa daya dan digunakan untuk mengukur parameter listrik utama seperti KVA, kW, PF, Hertz, KVAr, Ampere dan Volt. Beberapa peralatan juga mengukur harmonis. Pengukuran cepat dapat dilakukan dengan peralatan yang dibawa oleh tangan, sedangkan peralatan yang lebih baik dilengkapi dengan fasilitas pembacaan kumulatif dan pencetakan pada selang waktu tertentu.
Ada beberapa contoh model yang ada dipasaran dari beberapa perusahaan. Seperti satu contoh alat yaitu HIOKI 3286-20 Clamp-on Power Hitester (Gambar 1).
Mengukur parameter sebagai berikut:
1.2 Dimana peralatan pengukuran listrik digunakan
Peralatan ini diterapkan seara on-line untuk mengukur berbagai macam parameter listrik dari motor, trafo, dan pemanas listrik. Tidak diperlukan memberhentikan peralatan waktu pengukuran.
1.3 Bagaimana mengoperasikan peralatan pengukur listrik
Peralatan mempunyai tiga kabel utama, yang disambungkan ke penjepit buaya pada ujungnya. Tiga kabel utama adalah kuning, hitam dan merah. Gambar 2 sampai 8 memberikan gambaran metode pengukuran untuk berbagai macam kondisi. Prosedur operasi bervariasi untuk setiap jenis penjepit atau analisis daya. Untuk prosedur operasi yang benar, operator harus selalu memeriksa instruksi manual yang diberikan bersama peralatan.






1.4 Pencegahan dan keselamatan pengukuran.
Beberapa tindakan pencegahan dan keselamatan pengukuran yang dilakukan dalam penggunaan penjepitan dan analisis daya :
2. ANALISIS PEMBAKARAN
2.1 Apakah yang dilakukan oleh alat penganalisa pembakaran.
Alat penganalisis pembakaran digunakan untuk mengukur komposisi gas buang setelah pembakaran dilakukan. Berbagai alat penganalisis pembakaran dapat digunakan untuk mencocokan kebutuhan pada plant. Prinsip dasar semua alat pengnalisis pembakaran adalah mengukur persentase oksigen (O 2) atau karbondioksida (CO2) pada pengeluaran gas buang dan kemudian dengan menggunakan program yang telah dibuat dihitung efisiensi pembakarannya jika dikehendaki. Berbagai macam jenis alat penganalisis pembakaran diberikan dibawah ini:



2.2. Dimana alat analisa pembakaran digunakan.
Alat analisa pembakaran digunakan untuk menentukan komposisi dari gas buang didalam saluran gas buang. Saluran tersebut merupakan susunan pipa kotak dan digunakan untuk mengalirkan gas keluar hasil pembakaran menuju cerobong asap. Nilai gas dari berbagai komponen gas diukur berdasarkan volum. Hampir semua peralatan ini, mengukur persentase oksigen dan karbondioksida dan suhu gas buang. Selama audit energi, diukur komposisi gas buang dalam rangka pengkajian kondisi pembakaran, efisiensi dan kebocoran udara luar yang masuk kedalam sistem.
2.3 Bagaimana mengoperasikannya
Jenis alat penganalisa pembakaran yang berbeda dioperasikan berbeda pula. Untuk semua jenis alat penganalisa pembakaran, tongkat kecil/probe dimasukkan kedalam saluran melalui lubang kecil yang dibuat untuk berbagai keperluan pemantauan. Pada kasus analisa pembakaran pirit, yang dioperasikan secara manual, gas buang dari saluran dihisap keluar menggunakan alat pompa manual. Gas yang terkumpul bereaksi dengan bahan kimia/sel-sel dan menampilkan pembacaan persentase oksigen atau karbondioksida.
2.4 Pencegahan dan keselamatan pengukuran
3. MANOMETER
3.1 Apa yang dikerjakan oleh manometer
Manometer adalah alat yang digunakan secara luas pada audit energi untuk mengukur perbedaan tekanan di dua titik yang berlawanan. Jenis manometer tertua adalah manometer kolom cairan. Versi manometer sederhana kolom cairan adalah bentuk pipa U (lihat Gambar 9) yang diisi cairan setengahnya (biasanya berisi minyak, air atau air raksa) dimana pengukuran dilakukan pada satu sisi pipa, sementara tekanan (yang mungkin terjadi karena atmosfir) diterapan pada tabung yang lainnya. Perbedaan ketinggian cairan memperlihatkan tekanan yang diterapan.

Prinsip kerja manometer adalah sebagai berikut:
3.2 Di mana manometer digunakan
Selama pelaksanaan audit energi, manometer digunakan untuk menentukan perbedaan tekanan diantara dua titik disaluran pembuangan gas atau udara. Perbedaan tekanan kemudian digunakan untuk menghitung kecepatan aliran di saluran dengan menggunakan persamaan Bernoulli (Perbedaan tekanan = v2/2g). Rincian lebih lanjut penggunaan manometer diberikan pada bagian tentang bagaimana mengoperasikan manometer. Manometer harus sesuai untuk aliran cairan. Kecepatan aliran cairan diberikan oleh perbedaan tekanan = f LV2/2gD dimana f adalah faktor gesekan dari bahan pipa, L adalah jarak antara dua titik berlawanan dimana perbedaan tekanan diambil, D adalah diameter pipa dan g adalah konstanta gravitasi.
3.3 Bagaimana mengoperasikan manometer
Tidak mudah untuk menjelaskan pengoperasian manometer dengan satu cara, sebab terdapat banyak macam manometer yang membutuhkan cara penanganan yang berbeda. Tetapi, beberapa tahapan operasinya sama. Selama audit energi, kecepatan aliran udara disaluran dapat diukur dengan menggunakan tabung pitot dan aliran dihitung dengan menggunakan manometer. Sebuah lubang pengambil contoh dibuat disaluran (tabung pembawa gas buang) dan tabung pitot dimasukkan kedalam saluran. Kedua ujung tabung pitot terbuka disambungkan ke dua manometer yang terbuk a. Perbedaan tingkat pada manometer menghasilkan total kecepatan tekanan. Sebagai contoh, dalam kasus manometer digital pembacaan ditampilkan dalam mm dari kolom air.

3.4 Pencegahan dan keselamatan pengukuran
4. TERMOMETER
4.1 Apa yang dilakukan termometer
Termometer adalah peralatan yang digunakan untuk mengukur suhu cairan, permukaan atau gas, sebagai contoh gas buang setelah pembakaran. Termometer diklasifikasikan sebagai kontak termometer atau non kontak termometer atau termometer inframerah dan diterangkan dibawah ini.
Termometer kontak
Ada dua macam jenis termometer kontak. Termometer klinik sederhana adalah contoh terbaik dari kontak termometer. Untuk audit energi di industri biasanya digunakan termokopel untuk mengukur suhu dengan ketepatan yang tinggi, yang terdiri dari dua logam yang tidak sama, ditempelkan bersama menjadi satu. Logam campuran termokopel yang biasa digunakan adalah dalam bentuk kawat. Sebuah termokopel dapat dibuat dalam berbagai kombinasi logam atau kalibrasi.
Empat kalibrasi sederhana adalah J, K, T dan E. Terdapat kalibrasi suhu tinggi R, S, C dan GB. Setiap kalibrasi mempunyai kisaran suhu dan lingkungan yang berbeda, dan suhu maksimum bervariasi tergantung pada diameter kawat yang digunakan pada termokopel. Meskipun kalibrasi termokopel mendeteksi jarak antara suhu, maksimum jarak antara juga dibatasi oleh diameter kawat termokopel.

Non-kontak atau termometer inframerah.
Non-kontak atau termometer inframerah dapat mengukur suhu tanpa kontak fisik antara termometer dan obyek dimana suhu diukur. Termometer ditujukan pada permukaan obyek dan secara langsung memberikan pembacaan suhu. Alat ini sangat berguna untuk pengukuran di tungku atau suhu permukaan dan lain sebagainya.
Termometer infra merah dapat digunakan untuk mengukur suhu dimana sensor konvensional tidak dapat digunakan atau tidak dapat menunjukkan pembacaan yang akurat, seperti sebagai berikut:
Prinsip dasar termometer infra merah adalah bahwa semua obyek memancarkan energi infra merah. Semakin panas suatu benda, maka molekulnya semakin aktif dan semakin banyak energi infra merah yang dipancarkan. Termometer infra merah terdiri dari sebuah lensa yang fokus mengumpulkan energi infra merah dari obyek ke alat pendeteks/detektor. Detektor akan mengkonversi energi menjadi sebuah sinyal listrik, yang menguatkan dan melemahkan dan ditampilkan dalam unit suhu setelah dikoreksi terhadap variasi suhu ambien.

4.2 Dimana termometer digunakan
Pada audit energi, suhu merupakan salah satu parameter yang penting untuk diukur dalam rangka menentukan kehilangan atau memebuat keseimbangan energi panas. Pengukuran suhu diambil pada audit unit pendingin udara, boiler, tungku, sistim steam, pemanfaatan kembali panas, penukar panas dan lain sebagainya. Selama audit, suhu dapat diukur dari:
4.3 Bagaimana mengoperasikan te rmometer.
Termokopel (termometer kontak) terdiri dari dua logam yang tidak sama, digabung menjadi satu pada ujungnya. Bila gabungan dua logam dipanaskan atau didinginkan, tegangan akan dihasilkan yang dapat dikorelasikan kembali kepada suhu. Probe dimasukkan kedalam aliran cairan atau gas untuk mengukur suhunya, misalnya: gas buang, udara auat air panas. Probe jenis daun digunakan untuk mengukur suhu permukaan. Pada hampir semua kasus, termokopel secara langsung memberikan pembacaan pada unit yang dihendaki (derajat Celsius atau Fahrenheit pada panel digital)
Pengoperasi termometer non kontak atau termometer infra merah sangat sederhana. Termometer infra merah (seperti pistol) ditujukan langsung ke permukaan dimana suhu harus diukur. Hasil pengukuran dibaca secara langsung dari panel.
4.4 Pencegahan dan keselamatan pengukuran
Pencegahan dan keselamatan pengukuran berikut diterapkan ketika menggunakan termometer:
5. PENGUKUR ALIRAN AIR
5.1 Apa yang dikerjakan oleh pengukur aliran air
Pengukur aliran air adalah alat yang digunakan untuk mengukur linier, non linier, laju alir volum atau masa dari cairan atau gas. Bagian ini secara spesifik menerangkan tentang pengukur aliran air. Pemilihan metode atau jeis pengukur aliran air tergantung pada kondisi tempat dan kebutuhan pengukuran yang akurat.
Sebagian dari pengukur aliran air, ada beberapa metoda yang dapat mengukur aliran air selama audit. Dua metoda umum untuk mendapatkan perkiraan akurat yang beralasan dari aliran air adalah:
Kecepatan air dihitung oleh jarak yang ditempuh oleh bola dibagi rata-rata waktu yang diperlukan. Tergantung kepada kondisi aliran dan karakristik tempat, perhitungan kecepatan lebih lanjut dibagi dengan faktor 0,8 sampai dengan 0,9 untuk menghasilkan kecepatan puncak pada saluran terbuka; kecepatan di permukaan dikurangi karena adanya tenaga pendorong angin dan lain lain.
Beberapa jenis pengukur aliran yang paling umum adalah sebagai berikut:
Rotameter atau pengukur aliran dengan variasi area untuk gas dan cairan.
Rotameter terdiri dari tabung runcing dan bagian alat yang mengambang. Alat ini sangat luas digunakan pada area yang bervariasi karena biayanya murah, sederhana, perbedaan tekanan rendah, rentang pengukurannya lebar dan hasil keluarannya linier.

Pengukur aliranvariabel –pengukur aliran piston dan spring untuk gas dan cairan.
Jenis pengukur aliran piston menggunakan orifis tabung yang dibentuk oleh piston dan sebuah kerucut runcing. Piston ditempatkan dibagian dasar kerucut (tidak pada posisi aliran) oleh kalibrasi spring. Skalanya berdasarkan pada berat jenis 0,84 untuk pengukur minyak dan 1,0 untuk pengukur air. Desainnya sederhana dan mudah yang dapat dilengkapi alat untuk mentransmisikan sinyal listrik yang membuatnya menjadi ekonomis untuk rotameter untuk mengukur laju alir dan kontrol.

Pengukur aliran ultrasonik (Non-Intrusif atau Doppler) untuk cairan.


Pengukur aliran turbin
Pengukur aliran turbin merupakan pengukur yang sangat teliti (0,5% pembacaan) dan dapat digunakan untuk cairan bersih dan cairan kental hingga mencapai 100 centistokes. Sebuah pipa lurus berdiameter 10 diperlukan pada saluran masuk. Keluaran yang paling umum adalah frekuensi gelombang sinus atau gelombang kuadrat, namun pengkondisi sinyal dapat disimpan di puncak meteran untuk keluaran analog dan pengklasifikasian anti ledakan. Meterannya terdiri dari sebuah rotor multi-bladed yang dipasang pada sudut yang tepat terhadap aliran dan tersuspensi dalam aliran fluida pada bearing yang berjalan bebas.
Sensor roda pengayuh
Sensor roda pengayuh merupakan pengukur aliran terkenal yang efektif biayanya untuk air atau fluida seperti air. Beberapa alat ditawarkan dengantambahan alat aliran atau gaya sisipan. Meteran tersebut, seperti meteran turbin, memerlukan pipa lurus dengan diameter minimum 10 pada saluran masuk dan 5 pada saluran keluar. Bahan kimia yang cocok harus diperiksa bila tidak menggunakan air. Keluaran pulsa gelombangnya jenis gelombang sinus dan gelombang kuadratnya namun pengirim transmiternya tersedia untuk integral atau panel mounting. Rotor roda pengayuh tegak lurus terhadap aliran dan hanya berhubungan dengan penampang lintang aliran yang terbatas.
Pengukur aliran jenis positive displacement
Meteran ini digunakan untuk pengukur air jika tidak tersedia pipa lurus dan jika meteran turbin dan sensor pengayuh roda akan mengakibatkan terlalu banyak turbulensi. Pengukur aliran jenis positive displacement juga digunakan untuk mengukur aliran cairan kental.
Vortex meters
Keuntungan utama vortex meters adalah kepekannya yang rendah terhadap berbagai kondisi proses dan rendahya pemakaian relatif terhadap pengukur orifis atau turbin. Juga, biaya awal dan perawatannya rendah. Karena alasan tersebut, alat ini banyak digunakan. Vortex meters memerlukan pengukuran.
Pengukur aliran magnetik untuk cairan konduktif
Pengukur aliran ini tersedia dalam satu jalur atau dengan disisipkan. Pengukur aliran magnetik tidak memerlukan bagian yang bergerak dan ideal untuk pengukuran aliran air limbah atau cairan kotor yang konduktif. Hasil pengukurannya dalam bentuk integral atau analog, dapat digunakan untuk pemantauan jarak jauh atau pencatatan data harian.
5.2 Dimana pengukur aliran air digunakan
Pada audit energi, pengukuran aliran air merupakan hal yang penting. Umumnya pengukuran dlakukan untuk menentukan jumlah aliran cairan/air didalam sebuah pipa. Jika tidak terdapat alat pengukur aliran yang terpasang di jalur pemipaan, maka aliran dapat dihitung dengan menggunakan pengukur aliran ultrasonik. Kasus khusus dimana pengukuran aliran air sangat penting adalah pada penentuan efisiensi pompa, efisiensi menara pendingin, chiller plant dan AC, penukar panas, dan kodensor.
5.3 Bagaimana mengoperasikan pengukur aliran air
Terdapat banyak jenis pengukur aliran ultrasonik yang tersedia di pasaran. Fungsi masingmasing model berbeda satu dengan yang lainnya. Namun demikian prinsip dasar seluruhnya adalah sama. 2 buah probes /sensor pengukur aliran ultrasonik ditempatkan pada permukaan pipa pada jarak yang terpisah sepanjang garis lurus. Diameter pipa menentukan jarak antara probes. Bila meterannya dinyalakan, alat ini akan menghasilkan gelombang suara yang akan ditransmisikan melalui salah satu probes/sensor dan diterima oleh yang lainnya. Meteran ditera/dikalibrasi untuk menampilkan kecepatan atau volum aliran cairan dibagian dalam pipa, berdasarkan waktu yang diperlukan oleh gelombang suara untuk menempuh perjalanan dari satu sensor ke yang lainnya.
5.4 Pencegahan dan keselamatan pengukuran
Pencegahan berikut harus dilakukan bila menggunakan pengukur aliran air:
6. TACHOMETER/STROBOSCOPE
6.1 Apa yang dilakukan oleh tachometer dan stroboscope
Pada setiap pelatihan audit pengukuran kecepatan untuk, misalnya motor, pengukurannya sangat kritis karena kemungkinan ada perubahan frekuensi, slip pada belt dan pembebanan. Ada dua jenis alat pengukur kecepatan: tachometer dan stroboscope.

Tachometer
Stroboscope
Alat yang lebih canggih dan aman untuk mengukur kecepatan adalah alat tanpa kontak, seperti stroboscope. Stroboscope menggunakan sumber sinar cahaya yang dapat disinkronisasi dengan setiap kecepatan dan pengulangan gerakan sehingga benda yang berpindah sangat cepat terlihat tidak bergerak atau berpindah perlahan Untuk menggambarkan prinsip ini, diambil sebuah contoh berikut: Diasumsikan sebuah disket putih dengan titik hitam terpasang pada as dari motor 1800 rpm. Bila disket berputar pada 1800 rpm; tidak mungkin untuk mata orang untuk melihat gambaran tungga l dan titik akan tampak menjadi lingkaran kabur. Bila diterangi oleh sinar cahaya stroboscope, disinkronkan pada cahaya untuk setiap putaran disket (bila titik berada pada jam tiga, sebagai contoh), titik akan terlihat pada posisi ini – dan hanya pada posisi ini – pada kecepatan 1800 kali untuk setiap menit. Oleh karena itu, titik akan nampak membeku atau berdiri diam.
Jika laju sinar dari stroboscope diperlambat menjadi 1799 sinar per menit, titik akan teriluminasi pada posisi cahaya yang berbeda, setiap kali piringan berputar, dan titik akan tampak berpindah perlahan dalam arah putaran 360° dan tiba pada posisi sebenarnya 1 menit kemudian. Perpindahan yang sama, tetapi di arah yang berlawanan rotasi dari titik, akan diobservasi jika laju sinar dari stroboscope ditingkatkan menjadi 1801 fpm. Jika diinginkan, laju perpindahan yang tampak dapat dipercepat dengan meningkatkan atau menurunkan laju sinar pada stroboscope.
Bila bayangan dihentikan, laju sinar strobo setara dengan kecepatan perpindahan obyek. Karena laju sinar diketahui, maka kecepatan obyek juga diketahui. Oleh karena itu stroboscope mempunyai dua tujuan yaitu mengukur kecepatan dan pengamatan penurunan yang nampak pada kecepatan makin perlahan atau pemberhentian gerakan cepat. Hal yang cukup berarti dari efek gerakan lambat adalah karena gerakan ini merupakan copy/salinan yang tepat dari gerakan kecepatan tinggi, maka semua ketidak teraturan (getaran, torsi, suara-suara, loncatan) yang ada pada gerakan kecepatan tinggi dapat dipelajari. Untuk studi audit pada umumnya digunakan jenis kontak tachometer karena alat tersebut sudah siap tersedia
6.2 Dimana tachometers dan stroboscopes digunakan
Tachometer dan stroboscope digunakan untuk mengukur kecepatan putaran motor, fan, pully, dan lain sebagainya.
6.3 Bagaimana mengoperasikan tachometer dan strobosope
Pada jenis kontak tachometer, roda tachometer dikontakkan dengan badan yang berputar. karena adanya gesekan diantara keduanya, setelah beberapa detik kecepatan roda tachometer sama dengan kecepatan badan berputar. Kecepatan ini ditamp ilkan pada panel sebagai putaran per menit (rpm).
Stroboscope digital merupakan sumber cahaya yang digunakan untuk mengukur kecepatan obyek yang bergerak cepat atau untuk menghasilkan efek optik menghentikan atau memperlambat gerakan kecepatan tinggi untuk keperluan pengamatan, analisis atau fotografi kecepatan tinggi. Stroboscope memancarkan intensitas tinggi, waktu pendek sinar cahaya. Peralatan memberi gambaran pulsa elektronik dari generator yang mengkontrol laju sinar, pasokan daya pada jalur operasi, dan dioda pemancar cahaya (LED) yang terbaca dalam nyala per menit. Cahaya dapat ditujukan pada hampir semua obyek berpindah, termasuk pada area yang tidak dapat diakses. Bila mengukur kecepatan perputaran obyek, atur laju cahaya awal mendekati yang tertinggi dari perkiraan kecepatan obyek. Kemudian, perlahan mengurangi laju cahaya sampai dengan satu gambar tampak. Pada titik ini, laju cahaya stroboscope setara dengan putaran kecepatan obyek, dan kecepatan dapat dibaca secara langsung dari tampilan digital.
6.4 Pencegahan dan keselamatan pengukuran
Pencegahan sebagai berikut harus dilakukan ketika menggunakan tachometer dan stroboscope
7. ALAT PENDETEKSI KEBOCORAN
7.1 Apa yang dikerjakan alat deteksi kebocoran
Seperti nama nya, alat ultrasonik pendeteksi kebocoran mendeteksi suara ultrasonik suatu kebocoran. Selain kebocoran besar yang dapat terdengar, kebocoran kecil juga mengeluarkan suara, walaupun frekuensinya terlalu tinggi untuk telinga kita untuk mendeteksinya. Alat deteksi kebocoran ultrasonik merubah desis suara ultrasonik menjadi suara yang dapat didengar oleh manusia, yang dapat mengarahkan ke sumber kebocoran.

Informasi lainnya tentang alat deteksi kebocoran ultrasonik adalah:
7.2 Dimana alat penpendeteksi kebocoran digunakan
Alat pendeteksi kebocoran ultrasonik digunakan untuk menpendeteksi udara tekan dan gas lainnya yang secara normal tidak mungkin di deteksi dengan telinga manusia. Tidak ada alat pendeteksi yang akan menemukan semua kebocoran setiap saat, biasanya digunakan kombinasi beberapa metode untuk mencapai keberhasilan yang lebih tinggi.
7.3 Bagaimana mengoperasikan alat penpendeteksi kebocoran
Tidak mudah untuk menyama ratakan metode operasi alat pendeteksi kebocoran, karena terdapat berbagai macam alat pendeteksi kebocoran dengan cara opresi yang berbeda. Walaupun begitu, beberapa tahapan operasinya sama, yaitu:
7.4 Pencegahan dan keselamatan pengukuran
Hal-hal berikut ini harus diperhatikan bila menggunakan alat pendeteksi ultrasonik :
8. LUX METERS
8.1 Apa yang dilakukan dengan lux meter
Lux meter digunakan untuk mengukur tingkat iluminasi (cahaya). Hampir semua lux meter terdiri dari rangka, sebuah sensor dengan sel foto, dan layer panel. Sensor diletakkan pada sumber cahaya. Cahaya akan menyinari sel foto sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang dihasilkan lebih besar.
Kunci untuk mengingat tentang cahaya adalah cahaya selalu membuat beberapa jenis perbedaan warna pada panjang gelombang yang berbeda. Oleh karena itu, pembacaan merupakan kombinasi efek dari semua panjang gelombang. Standar warna dapat dijadikan referensi sebagai suhu warna dan dinyatakan dalam derajat Kelvin. Standar suhu warna untuk kalibrasi dari hampir semua jenis cahaya adalah 2856 derajat Kelvin, yang lebih kuning dari pada warna putih. Berbagau jenis dari cahaya lampu menyala pada suhu warna yang berbeda. Pembacaan lux meter akan berbeda, tergantung variasi sumber cahaya yang berbeda dari intensitas yang sama. Hal ini menjadikan, beberapa cahaya terlihat lebih tajam atau lebih lembut dari pada yang lain.

8.2 Dimana lux meter digunakan
Lux meter digunakan untuk mengukur tingkat iluminasi (cahaya) di perkantoran, pabrik, dll.
8.3 Bagaimana mengoperasikan lux meter
Alat ini sangat sederhana pengoperasiannya. Sensor ditempatkan pada tempat kerja atau pada tempat dimana intensitas cahaya harus diukur, dan alat akan secara langsung memberikan hasil pembacaan pada layar panel.
8.4 Pencegahan dan keselamatan pengukuran
Hal-hal berikut harus diperhatikan ketika bekerja dengan luxmeter:
9. REFERENSI
Teks untuk bab ini didasarkan pada bagian informasi pada perlatan energi dari website Energy Manager Training, dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi India, ditambah dengan pengalaman lapangan dari Badan Produktivitas Nasional India.
www.energymanagertraining.com/energy_audit_instruments/new_energy_audit_equipment.htm
Referensi untuk gambar dalam bab ini adalah sebagai berikut:
Hak cipta:
Hak cipta © United Nations Environment Programme (year 2006)
Publikasi ini boleh digandakan secara keseluruhan atau sebagian dalam segala bentuk untuk pendidikan atau keperluan nonprofit tanpa ijin khusus dari pemegang hak cipta, harus mencantumkan sumber yang membuat. UNEP akan menghargai pengiriman salinan dari setiap publikasi yang menggunaan publikasi ini sebagai sumber. Tidak diijinkan untuk menggunakan publikasi ini untuk dijual belikan atau untuk keperluan komersial lainnya tanpa ijin khusus dari United Nations Environment Programme.
Disclaimer:
Modul peralatan energi ini dibuat sebagai bagian dari proyek “Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari Industri di Asia dan Pasifik/ Greenhouse Gas Emission Reduction from Industry in Asia and the Pacific” (GERIAP) oleh Badan ProduktivitasNasional, India. Sementara upaya-upaya masih dilakukan untuk menjamin bahwa isi dari publikasi ini didasarkan fakta-fakta yang benar, UNEP tidak bertanggung-jawab terhadap ketepatan atau kelengkapan dari materi, dan tidak dapat dikenakan sangsi terhadap setiap kehilangan atau kerusakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap penggunaan atau kepercayaan pada isi publikasi ini
COMMENTS
Posted On
%b %29, %2011Posted By
arikirim E-Booknya dong ke email rimusari28
Posted On
%b %29, %2011Posted By
ariartikelnya sangat bagus.bisa menambah pengetahuan dan referensi untuk pilihan produk alat ukur.terima kasih artikelnya.suks es selalu...
RSS